PEMBANGUNAN WILAYAH YANG BERKEADILAN PADA SEKTOR PERUMAHAN: SUPPLY DEMAND PENYEDIAAN PERUMAHAN BAGI MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah)

Herlin Sukmarini, ST, MSi

Abstract


Abstrak: Bagi sebagian masyarakat, memiliki rumah sendiri masih sebatas impian, terlebih di saat harga rumah terus melambung sehingga tak terjangkau oleh pendapatan yang mereka terima. Fakta adanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang makin sulit memenuhi kebutuhan rumah. Backlog atau selisih antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) rumah, dewasa ini mencapai 13,5 juta unit. Di sisi lain kebutuhan rumah baru yang bersumber dari pertumbuhan penduduk dan urbanisasi setiap tahunnya mencapai sekitar 800 ribu unit. Sementara kebutuhan rumah yang dapat dipenuhi hanya sekitar 400 ribu hingga 500 ribu unit. Akibatnya backlog terus naik, sehingga ada kekurangan sebesar 400 ribu unit setiap tahun. Selain itu, ada rumah yang tidak layak huni, sebanyak 3,4 juta dan daerah kumuh perkotaan sekitar 38.000 hektar. Tujuan pembangunan wilayah yang berkeadilan pada sector perumahan adalah sebagaimana tertuang dalam pasal 28 ayat H dalam Undang-undang Dasar 1945, ayat (1) bahwa “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat…”. Metodologi yang dikembangkan pada kajian ini dengan pendekatan manajemen survey dan teknik analis supply dan demand yang terintegratif dengan dimensi perencanaan strategis pembiayaan kebutuhan rumah bagi MBR berbasis kebutuhan, sehingga patut disempurnakan dengan analisa prioritas berbasis permasalahan dan potensi. Untuk menemukan kondisi equilibrium antara supply dan demand, dilakukan beberapa pendekatan untuk mencari jumlah yang tepat dengan menggunakan suatu metode analisis Analytical Hierarchical Process (AHP), yaitu Metode pengambilan keputusan dengan melakukan perbandingan berpasangan antara kriteria pilihan dan juga perbandingan berpasangan antara pilihan yang ada. Hal ini kemudian menjadi referensi bagi prioritas pembangunan yang sebaiknya dilakukan dan menunjukkan bobot kepentingan masing-masing program pembangunan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji analisis supply dan demand perumahan bagi MBR yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan harapan dapat menjadi salah satu bahan masukan/rekomendasi dalam pengembangan kebijakan bantuan pembiayaan perumahan kedepan.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.