KONSEP PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN WILAYAH PESISIR BERBASIS ECO-GREEN

Zefri ., Nurwahyi .

Abstract


Abstrak: Penelitian ini berjudul Konsep Pengembangan Perumahan dan Permukiman Wilayah Pesisir Berbasis Eco-Green. Permasalahan dalam penelitian ini bagaimana konsep penataan dan pembangunan kawasan perumahan dan permukiman di wilayah pesisir berbasis eco-green? dan tujuan Menyusun konsep penataan dan pembangunan kawasan perumahan dan permukiman di wilayah pesisir berbasis eco agar kualitas lingkungan perumahan dan permukiman menjadi lebih baik?. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan atas dasar kondisi aktual kawasan perumahan dan permukiman pada wilayah kajian di Kecamatan Babelan, dan Tarumajaya sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya pada pembahasan di depan, kemudian dipadukan dengan parameter-parameter penilaian yang berbasis eco-green. Variabel yang dikaji terdiri atas 8 (delapan) komponen antara lain yaitu : 1) Kondisi Lingkungan, 2) Tata Bangunan, 3) Air Bersih, 4) Air Limbah, 5) Drainase, 6) Persampahan, 7) Energi, dan 8) Transportasi. Berdasarkan hasil survey dan wawancara menunjukkan 1 unit rumah ditempati oleh 2-3 keluarga. Hal ini mengakibatkan jumlah penghuni dalam 1 rumah berjumlah antara 8 - 11 orang. Banyaknya jumlah keluarga dalam 1 unit rumah didasarkan oleh hubungan kekeluargaan yang sangat erat yaitu dalam hubungan orang tua dan anak, atau sesama kakak-beradik, walaupun mereka telah memiliki keluarga sendiri-sendiri. Kepemilikan bangunan hunian tetap didasarkan pada kepemilikan bersama dengan orang tua sebagai pemilik utama. Sistem hidup bersama menunjukkan bahwa system hidup bersama ini merupakan hal yang biasa dilakukan. Demokratisasi dalam keluarga menjadikan kebiasaan ini menjadi hal yang biasa. Karakter fisik permukiman sebagai kawasan permukiman pesisir ditandai dengan aktivitas kolektif sebagai nelayan. Aktivitas ini dijadikan identitas permukiman sebagai permukiman nelayan yang diimplementasikan dalam pemanfaatan ruang baik ruang secara personal dalam satu hunian, maupun ruang communal disepanjang pesisir dalam kawasan permukiman. Rutinitas aktivitas nelayan terjadi secara terus menerus, sehingga menjadikan kawasan pesisir pantai sebagai ruang yang memiliki aktivita sepanjang hari baik siang maupun malam. Dalam konteks permukiman, tipologi fungsi sebagai permukiman pesisir dengan aktivitas nelayan, menunjukan perbedaan yang cukup kental. Berdasaran Konsep Eco- Green dalam penataan dan pembangunan perumahan dan permukiman di wilayah pesisir, meliputi beberapa hal yaitu: 1. ruang terbuka hijau kawasan, meliputi konsep penataan kawasan sempadan sungai yaitu konsep peningkatan kualitas permukiman; 2. konsep pembangunan jaringan jalan; 3. konsep penanganan persampahan; 4. konsep penanganan air bersih; 5. konsep penanganan air limbah.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.