EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN DI WILAYAH PESISIR (STUDI KASUS: KECAMATAN CILINCING, JAKARTA UTARA)

Tanty N. J. Sagala, Darmawan L. Cahya

Abstract


Abstrak. Pemanfaatan ruang di wilayah pesisir sangat kompleks dan permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaksesuaian pemanfaatan ruang. Salah satu masalah utama pemanfaatan ruang di wilayah pesisir adalah tumbuhnya kawasan permukiman yang padat namun tidak sesuai dengan peruntukkannya. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan permukiman di wilayah pesisir dan mengevaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap rencana tata ruang (RDTR). Penelitian ini mengambil studi kasus wilayah pesisir di Kecamatan Cilincing, Kota Administrasi Jakarta Utara yang mencakup 3 (tiga) wilayah administrasi kelurahan, yaitu Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Cilincing, dan Kelurahan Marunda. Metode penelitian yang digunakan metode analisis spasial dengan software ArcGIS, dan metode scoring. Tingkat kesesuaian lahan permukiman didasarkan pada aspek fisik lingkungan, kesesuaian jarak permukiman terhadap industri, tingkat kerawanan banjir, ketersediaan infrastruktur jalan dan air bersih. Hasil analisis kesesuaian lahan permukiman di wilayah pesisir di Kecamatan Cilincing menunjukkan bahwa tingkat kesesuaian lahan sangat sesuai (S1) seluas 574 hektar (34,2%), sesuai (S2) seluas 378 hektar (22,6%), kurang sesuai (S3) seluas 328 hektar (19,6%), dan tidak sesuai (N1) seluas 392 hektar (23,6%). Evaluasi kesesuaian lahan permukiman terhadap RDTR menunjukkan terjadinya pelanggaran pemanfaatan ruang yaitu permukiman yang berada di zona industri dan pergudangan seluas 118,2 hektar dan permukiman yang berada di zona kawasan lindung seluas 45,3 hektar. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar wilayah pesisir di Kecamatan Cilincing sesuai untuk permukiman walaupun di RDTR telah direncanakan sebagai zona industri dan pergudangan, serta zona kawasan lindung.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.