IMPLEMENTASI METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE II (RCM II) PADA PERANCANGAN PENJADWALAN PERAWATAN PREVENTIF ALAT PERSINYALAN KERETA API

Dr. Suwanda, ST, MT, Muhtar Supriyadi, ST.

Abstract


Abstrak. Dengan bertambahnya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berusaha meningkatkan pelayanannya. Salah satunya adalah menjamin kelaikan sarana dan prasarana, sehingga keselamatan dan ketepatan perjalanan kereta api dapat terpenuhi. Sebagai unit prasarana yang bertanggung jawab terhadap keandalan peralatan persinyalan, UPT Resor Sintelis 1.12 Karawang masih terdapat jumlah gangguan peralatan persinyalan yang cukup tinggi, dimana permasalahan tersebut mengakibatkan keterlambatan perjalanan kereta api. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk menentukan interval perawatan yang tepat pada peralatan persinyalan kereta api dengan mengetahui komponen kritis dan tindakan yang tepat saat perawatan. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Reliability Centered Maintenance II dengan perhitungan Failure Mode and Effect Analyze. RCM II diartikan sebagai metode yang digunakan untuk menentukan apa yang harus dilakukan saat perawatan, sedangkan FMEA digunakan untuk mengidentifikasi bentuk kegagalan tertinggi pada setiap kerusakan mesin. Dari penelitian dengan perhitungan FMEA dan RCM II, diperoleh interval perawatan yang optimal pada tiga peralatan kritis yaitu, Point Machine selama 273 jam, Axle Counter selama 280 jam dan Track Circuit selama 225 jam.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.