IMPLEMENTASI VALUE STREAM MAPPING UNTUK PENINGKATAN SEKTOR INDUSTRI GARMENT

Ismail Kurnia, Didik Nugroho

Abstract


Abstrak. Meningkatnya persaingan global telah memaksa organisasi-organisasi manufaktur mengubah pola manufaktur (Goh, 2006). kebutuhan perusahaan manufaktur untuk merancang ulang sistem untuk mengatasi fluktuasi permintaan di pasar (McDonald et al Devadasan, 2002 et al, 2005; Singh et al, 2006) Situasi ini mengharuskan kemunculan dari paradigma untuk mendukung proses mendesain ulang sistem manufaktur (Brown dan Bessant, 2003; Barber dan Tietje, 2008). Value Stream Mapping (VSM) digunakan untuk identifikasi dan penghapusan muda (waste) di industri produksi dan (Brunt 2000, dan Abdulmalek dan Rajgopal, 2007) digunakan VSM untuk improvement productivity di proses industri. Di PT XYZ ini terdapat banyak masalah diarea produksi seperti pemakaian mesin produksi yang kurang optimal, tidak dibatasinya jumlah maksimal untuk penumpukan barang di produksi, metode kerja yang belum baik dan Line Balancing yang belum seimbang menyebabkan Lead Time produksi menjadi lama. Setelah dilakukannya perbaikan seperti pergantian mesin manual ke mesin otomatis, pelatihan serta perbaikan metode kerja operator, penerapan supermarket Kanban, terdapat pengurangan Lead Time sebesar 4,26 hari atau 55,39% dari sebelumnya yaitu 7,69 hari menjadi 3,43 hari.

Full Text:

Untitled

Refbacks

  • There are currently no refbacks.